hasil_ppdb_2014
++ : Klick gambar untuk memperbesar

Seragam Nasional

Jakarta, Kemdikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Dikeluarkannya Permendikbud ini karena masih adanya persoalan mengenai penggunaan seragam di beberapa daerah. Harus dipastikan siapapun yang akan sekolah jangan sampai dipermasalahkan mengenai seragam sekolah, khususnya penggunaan seragam sebagai identitas keagamaan,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh saat menyampaikan kepada media dikantornya, Senin (09/06/2014).

Mendikbud mengatakan, dalam Pemendikbud ini jenis seragam dibagi tiga, yaitu seragam nasional, seragam sekolah, dan seragam kepramukaan. “Yang ditambahkan dalam seragam nasional itu adalah bendera merah putih, diletakan di dada kiri atas kantong saku. Kita ingin betul menanamkan kecintaan terhadap merah putih. Sebagai identitas diri bahwa kita ini adalah siswa dan siswi Indonesia,” tutur Mendikbud.

Pada Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 ini menjelaskan penetapan pakaian seragam sekolah memiliki 4 tujuan. yaitu pertama, untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.

Kedua, meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua atau wali peserta didik. Ketiga, meningkatkan disiplin dan tanggung jawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peratuan yang berlaku. Serta keempat, menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik, khususnya yang mengatur seragam sekolah.

Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan upacara bendera. Selain hari-hari tersebut, peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.

”Bagi sekolah yang melanggar ketentuan dalam Permendikbud ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Namun sebelumnya akan diklarifikasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah mengapa pelanggaran tersebut bisa terjadi,” tegas Mendikbud.  (Seno Hartono)

Sumber : Kemdikbud

ppdb 2014Mengutip informasi dari website dinas dikpora kab. Jepara, untuk penerimaan peserta didik baru jenjang SMA/SMK tahun pelajaran 2014/2015 akan dilaksanakan mulai tanggal 23-28 Juni 2014, adapun teknik pendaftarannya akan dibagi menjadi dua (2) yaitu secara online dan manual.

Untuk informasi selengkapnya bisa langsung mengunjungi web ppdb smk negeri 3 jepara .

Terima Kasih

gb328Jakarta, Ditjen Pendidikan Menengah — Pada tanggal 2 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Direktur Jenderal Pendidikan Menengah (Dirjen Dikmen) Kemdikbud, Prof. Achmad Jazidie meluncurkan secara resmi Aplikasi Data Pokok Pendidikan Menengah (DAPODIKMEN)  sebagai satu-satunya instrumen pendataan pendidikan menengah yang berlaku di lingkungan Ditjen Dikmen. Acara peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemutaran video aplikasi Dapodikmen di Ruang Sidang, Gedung D, Lantai 11, Senayan Jakarta. Aplikasi Dapodikmen adalah satu aplikasi pendataan yang terintegrasi untuk menjaring data individual sekolah menengah (SMA, SMK dan SMLB), yang dapat diakses dengan alamat web http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

Turut hadir dalam acara peluncuran aplikasi tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Organisasi dan Manajemen, Prof. Alkaf, para Direktur di lingkungan Ditjen Dikmen, Kepala Pusat Informasi dan Humas, Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan, Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, dan Para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Dikmen serta sejumlah undangan lainnya. → Read more

SMK NEGERI 3 JEPARA | Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan |BEYOND THE GLOBAL