P5 GAYA HIDUP BERKELANJUTAN

“MEMBUAT BIOPORI” SMK NEGERI 3 JEPARA

Oleh :Ervina Tri Yuniarti, S,Pd.

Pada tanggal 26 Januari 2024, SMK Negeri 3 Jepara mengadakan kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan Tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”, dengan kegiatan “Membuat Biopori”. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh siswa kelas X TJKT1, X TJKT 2, X PM 1, X PM 2, X MPLB 1, X MPLB 2, X AKL 1, X AKL 2, X AKL 3, X AKL 4, X DKV 1, X DKV 2, dan X BRODFIL. Dalam pelaksanaannya, siswa akan dipandu oleh Bapak Ibu Guru Koordinator dan Pendamping P5. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari/tanggal: Jumat, 26 Januari 2024, pukul: 08.00 WIB – selesai, lokasi kegiatan di Lingkungan SMK N 3 Jepara, dan siswa memakai Baju Olah Raga

Pengertian Biopori merupakan salah satu teknologi penyerapan air. Biasanya biopori dibuat di kawasan rawan banjir atau tanah yang daya serapnya kurang maksimal, khususnya saat hujan. Biopori bisa dikatakan sebagai cara pencegahan banjir. Biopori sendiri, istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah seperti oleh cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Adapun manfaat pembuatan biopori antara lain: mengurangi jumlah sampah organik, menyuburkan tanah, mencegah banjir, dan meningkatkan jumlah air tanah.

Adapun teknis dalam pembuatan biopori, meliputi: satu kelas dibagi menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok berisi 5-6 orang dengan pembagian tugas (2-3 orang memotong dan melubangi pralon) dilanjutkan 3 orang bertugas menggali tanah (1 kelompok membuat 1 lubang galian tanah). Perlengkapan yang dibutuhkan, baik dari sekolah ataupun dari rumah. Peralatan dari Sekolah, Alat penggali tanah (1 kelas disediakan 1 alat untuk bergantian untuk setiap kelompok), Pipa PVC/Pralon dan penutpnya. Perlengkapan mandiri yang dibawa masing-masing kelompok meliputi: Linggis, Gergaji besi, Solder atau bor, Rol kabel, Meteran atau penggaris yang sudah disiapkan.

Langkah-langkah dalam membuat lubang biopori, meliputi:

  1. Siapkan beberapa perlengkapan, seperti bor tanah, pipa PVC dengan bagian tutup yang sudah dilubangi bagian sisinya, air dan sampah organik.
  2. Potong pipa PVC menjadi 8 potong (kurang lebih panjang 50 cm untuk setiap kelompok), kemudian lubangi pipa menggunakan bor atau solder.
  3. Tentukan lokasi tanah yang akan menjadi area pembuatan biopori.
  4. Lubangi tanah tersebut memakai bor tanah, upayakan posisinya tegak lurus. Kira-kira kedalaman tanahnya kurang lebih 60 cm dengan diameter 10 hingga 30 sentimeter atau sesuai ukuran pipa PVC.
  5. Masukkan pipa PVC. Setelah itu lubang diisi dengan sampah organik, seperti daun, rumput, kulit buah atau jenis sampah lainnya.
  6. Kemudian tutup lubang dengan tutup pipa PVC yang telah dilubangi sebelumnya.

Dokumentasi kegiatan siswa:

Project rancangan bangun alat penyiraman otomatis berbasis sensor, Hasil Ciptaan Peserta Didik Kelas XII Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 3 Jepara

Oleh : Abi Maulana Ilham(1), Muhammad Ariel Kurniawan(19), Muhammad Rizky Afriyanto(26), Muhammad Taufiq Al Fahrizi(27), Oggi Rizal Firmansyah(30), Zildan Davi Muhammad(36)

Ciri-ciri negara maju salah satunya adalah memiliki banyak wirausahawan. Oleh karena itu baru-baru ini pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sedang gencar-gencarnya mengintegrasikan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di tingkat SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan.

Mata Pelajaran tersebut terdapat di jenjang SMK di kelas XI (sebelas) dan XII (dua belas). Mata Pelajaran ini sejatinya adalah pelajaran yang mengasyikkan karena mampu mengakomodir sisi lain dari kemampuan siswa, tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan saja, melainkan kemampuan siswa akan digali dari beberapa aspek seperti aspek seni, aspek kreativitas maupun inovasi. Tidak hanya itu mata pelajaran ini juga menuntut kerjasama dan kolaborasi antar siswa untuk menumbuhkan semangat saling melengkapi guna menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan.

Banyak jurusan di SMK salah satunya adalah TKJ atau Teknik Komputer dan Jaringan, jurusan ini erat kaitannya dengan bidang Teknologi Informasi seperti Internet beserta konten yang menyertainya.

Karena dalam TKJ juga mempelajari ilmu lain seperti Desain, Programming maupun Bidang Eletronika Dasar, maka produk kreatif dalam ranah TKJ boleh saja tidak menyentuh inti dari TKJ, bisa saja berupa produk pendukung untuk produk intinya.

Pada tanggal 5 November 2023 ,Siswa  SMK Negeri 3 Jepara  menciptakan Proyek Kerja yang dilakukan oleh siswa kelas 12 jurusan TKJ 1. Dengan pembimbing Bapak Nur Badri.S,Kom  yang dibagi menjadi 6 kelompok. Dari kelompok tersebut berhasil membuat alat-alat yang berguna dan bermanfaat bagi manusia. Terutama Kelompok kami yang mempresentasikan pengerjaannya yaitu Kelompok water Flow, yang membuat alat yang bernama alat penyiram tanaman otomatis. Tujuan dibuatnya alat ini yaitu untuk memudahkan seseorang dalam menyirami tanaman manual menjadi otomatis yang menghemat tenaga.

Perkembangan pada zaman ini semakin meningkat, manusia mengharapkan sebuah alat atau teknologi yang dapat membantu  pekerjaan manusia, sehinga teknologi menjadi kebutuhan bagi manusia. Tugas akhir ini bertujuan untuk membuat alat penyiram tanaman otomatis yang dapat melakukan pekerjaan menyiram tanaman  secara otomatis.

Alat penyiram tanaman otomatis bertujuan untuk  menggantikan pekerjaan manual menjadi otomatis, adapun manfaat yang  didapatkan  dari alat ini adalah dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam menyiram tanaman . Alat ini mengunakan sensor soil moisture/kelembaban tanah yang berfungsi sebagai pendeteksi kelembaban tanah dan mengirim perintah kepada Arduino  uno  guna  menghidupkan relay agar pompa dapat menyala dan melakukan penyenyiram air sesuai kebutuhan tanah secara otomatis.

Perancangan alat ini memanfaatkan sifat air yaitu mengisi ruang yang kosong, dan selalu datar, alat penyiram tanaman otomatis ini menggunakan penampung air sebelum air disiramkan ke tanah. Lubang keluaran yang diaplikasikan ke penampung air dengan tinggi dan diameter lubang yang sama memungkinkan penyiraman pada tanah merata.

Hasil pengujian rancang bangun penyiram tanaman otomatis yang didapatkan setelah dilakukan tiga kali pengujian, memiliki perbedaan jumlah air yang dikeluarkan dari lubang air satu dan lubang air dua, yaitu berkisar antara 0-7%, yang artinya masih dalam batas toleransi pada tanaman , tanaman membutuhkan kelembaban tanah antara 70-80%, yang artinya mempunyai toleransi kelembaban antara 0-10%.

Dengan menggunakan bahan: Arduino Uno, Pompa diafragma, Kabel Jumper Female, Kabel Jumper Male, Project Boart, Sensor Soil, Relay 5v 2 channel, Nozzle Sprayer, Selang, Adaptor 12v Alat: Obeng dan Lem Tembak.

Alat yang kami buat  tersebut mengambil dari gagasan ide atau imajinasi kami dan juga referensi dari buku atau media lainnya yang digabung menjadi satu. Dengan lama pengerjaan yang membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan, kelompok kami dapat mengerjakannya dengan berhasil dan sukses.  Tetapi dalam pembuatan alat penyiram tanaman otomatis ini , terdapat beberapa faktor yang  menghambat pengerjaannya yaitu: waktu pengerjaan yang cukup lama bagi pelajar. Disini pelajar harus meluangkan waktu sehabis pulang sekolah atau waktu senggangnya untuk pembuatan alatnya, bahan yang dibeli kebanyakan di online karena di desa seperti ini masih jarang, biaya yang cukup besar.

Dari pengerjaan kerja proyek tersebut, Anggota Water Floww berhasil mencuri perhatian dan apresiasi dari Kasubag TU dan Kasi SMA cabdin II.

Alhamdulillah akhirnya SMKN 3 Jepara telah mampu menghasilkan karya hebat dari generasi anak bangsa. Tetap semangat dan teruslah berkarya siswa-siswa SKAGARA…!!!

Tim Water Flow Perancang Bangun Alat Penyiraman Otomatis Berbasis Sensor

Pengaruh Project Automatic light Application Based Voice dalam Ruangan, Hasil Ciptaan Peserta Didik Kelas XII Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 3 Jepara

Oleh

Ghaida Tamma Rusyda(1*), Callista Ali Cahyaningtyas(2), Elsa Noor Maulida(3), Dhea Paramita Agustin(4), Ananda Putra(5), Mugni Labib(6)

Ciri-ciri negara maju salah satunya adalah memiliki banyak wirausahawan. Oleh karena itu baru-baru ini pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sedang gencar-gencarnya mengintegrasikan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di tingkat SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan.

Mata Pelajaran tersebut terdapat di jenjang SMK di kelas XI (sebelas) dan XII (dua belas). Mata Pelajaran ini sejatinya adalah pelajaran yang mengasyikkan karena mampu mengakomodir sisi lain dari kemampuan siswa, tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan saja, melainkan kemampuan siswa akan digali dari beberapa aspek seperti aspek seni, aspek kreativitas maupun inovasi. Tidak hanya itu mata pelajaran ini juga menuntut kerjasama dan kolaborasi antar siswa untuk menumbuhkan semangat saling melengkapi guna menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan.

Banyak jurusan di SMK salah satunya adalah TKJ atau Teknik Komputer dan Jaringan, jurusan ini erat kaitannya dengan bidang Teknologi Informasi seperti Internet beserta konten yang menyertainya.

Karena dalam TKJ juga mempelajari ilmu lain seperti Desain, Programming maupun Bidang Eletronika Dasar, maka produk kreatif dalam ranah TKJ boleh saja tidak menyentuh inti dari TKJ, bisa saja berupa produk pendukung untuk produk intinya.

Pada tanggal 10 November 2023 pukul 08.00, SMK Negeri 3 Jepara  menciptakan Proyek Kerja yang dilakukan oleh siswa 12 jurusan TKJ 1. Dengan pembimbing Bapak Nur Badri.S,Kom  yang dibagi menjadi 6 kelompok. Dari kelompok tersebut berhasil membuat alat-alat yang berguna dan bermanfaat bagi manusia. Terutama Kelompok kami yang mempresentasikan pengerjaannya yaitu Kelompok Electrical Cyber, yang membuat alat yang bernama Lampu Otomatis Jarak Jauh. Tujuan dibuatnya alat ini yaitu untuk memudahkan seseorang dalam menghidupkan atau mematikan lampu tanpa harus menekannya. Dengan dibekali lampu sensor jarak jauh pada aplikasi yang bernama LitUp tersebut.

Dengan menggunakan bahan: Arduino Uno, Lampu, Fitting Lampu, Kabel Jumper Female, Kabel Jumper Male, Project Boart, Modul Bluetooth HC-05, Relay 5v 2 channel, Baut, Stop Kontak 3, Adaptor USB. Alat: Obeng dan Lem Tembak.

Alat yang kami buat  tersebut mengambil dari gagasan ide atau imajinasi kami dan juga referensi dari buku atau media lainnya yang digabung menjadi satu. Dengan lama pengerjaan yang membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan, kelompok kami dapat mengerjakannya dengan berhasil dan sukses.  Tetapi dalam pembuatan alat penghidup lampu otomatis menggunakan aplikasi ini, terdapat beberapa faktor yang  menghambat pengerjaannya yaitu: waktu pengerjaan yang cukup lama bagi pelajar. Disini pelajar harus meluangkan waktu sehabis pulang sekolah atau waktu senggangnya untuk pembuatan alatnya, bahan yang dibeli kebanyakan di online karena di desa seperti ini masih jarang, biaya yang cukup besar.

Dari pengerjaan kerja proyek tersebut, Anggota Electrical Cyber berhasil mencuri perhatian dan apresiasi dari Kasubag TU dan Kasi SMA cabdin II.

Alhamdulillah akhirnya SMKN 3 Jepara telah mampu menghasilkan karya hebat dari generasi anak bangsa. Tetap semangat dan teruslah berkarya siswa-siswa SKAGARA…!!!

Kasubag TU Cabang Dinas II Ibu Dra. Eko Gustini Wardani Pramukawati bersama Bapak Kepala sekolah SMK N 3 Jepara Bapak Sunaji, S.Pd., M. Eng foto Bersama dengan anak – anak pembuat Elektrical Cyber