MENUMBUHKAN MINAT BACA PESERTA DIDIK MELALUI ASSESMENT LITERASI DAN NUMERASI PADA MAPEL MATEMATIKA

Oleh : Rini Usmawati

Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam membangun fondasi masa depan yang cerah bagi generasi muda. Di dalam proses pendidikan, minat baca memiliki peran yang sangat penting. Minat baca yang tinggi tidak hanya membantu peserta didik dalam memperluas pengetahuan mereka, tetapi juga memengaruhi kemampuan mereka dalam menganalisis bacaan dengan baik. Sayangnya, rendahnya minat baca peserta didik dan kemampuan menganalisis bacaan yang masih kurang merupakan tantangan utama dalam dunia pendidikan saat ini.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan rendahnya minat baca peserta didik, seperti distraksi dari teknologi, ketidakmampuan menemukan bahan bacaan yang menarik, atau kurangnya dorongan dari lingkungan sekitar. Untuk mengatasi rendahnya minat baca ini, penting untuk memahami bahwa minat baca adalah sebuah keterampilan yang bisa dibangun dan ditingkatkan. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah melalui asesmen literasi. Kemampuan menganalisis bacaan tidak hanya berguna dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia atau Sastra, tetapi juga dalam mata pelajaran lain, seperti matematika. Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami oleh banyak siswa. Namun, dengan meningkatkan kemampuan menganalisis bacaan, peserta didik dapat lebih baik memahami konsep-konsep matematika yang rumit.

Contoh konkret adalah dalam memehami teks soal matematika, peserta didik sering menghadapi kesulitan untuk menganalisis informasi yang terkandung dalam teks tersebut. Dengan meningkatkan kemampuan menganalisis bacaan, peserta didik dapat lebih mudah mengidentifikasi informasi penting dalam teks soal matematika dan merumuskan solusi dengan lebih baik. Maka sebagai guru pengampu mata Pelajaran matematika, tidak ada salahnya jika ikut berusaha menumbuhkembangkan minat baca melalui assessment literasi dan numerasi pada mata Pelajaran yang diajarkan.

Assesment literasi adalah metode yang digunakan untuk mengukur kemampuan membaca, memahami, dan menganalisis teks. Melalui asesmen literasi, pendidik dapat mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan peserta didik dalam membaca dan pemahaman bacaan. Selain itu, asesmen literasi juga dapat membantu dalam menilai minat baca siswa. Asesmen literasi tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pada kemampuan peserta didik dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun informasi dari bacaan. Dengan menggunakan asesmen literasi, pendidik dapat merancang program pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan minat baca peserta didik sambil memperbaiki kemampuan menganalisis bacaan mereka.

Kemampuan menganalisis bacaan adalah keterampilan penting dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam terhadap teks yang dibaca. Peserta didik yang mampu menganalisis bacaan dengan baik akan lebih mampu mengidentifikasi gagasan utama, menyusun informasi dengan logis, dan membuat kesimpulan yang valid. Asesmen numerasi, atau kemampuan matematis, juga dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan menganalisis bacaan. Kemampuan matematis melibatkan pemahaman konsep-konsep seperti statistik, probabilitas, dan perbandingan yang dapat diterapkan dalam membaca dan menganalisis data dalam bacaan. Peserta didik yang memiliki kemampuan numerasi yang baik akan lebih mampu mengambil informasi yang relevan dari bacaan dan membuat kesimpulan berdasarkan data yang ada.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa melalui assessment literasi dan numerasi pada mata Pelajaran matematika diantaranya: Menyediakan bahan bacaan yang menarik yang bersifat kontekstual serta sesuai dengan materi yang diajarkan, memberikan beberapa daftar pertanyaan matematis terkait bacaan tersebut, meminta siswa untuk menafsirkan penyelesaian permasalahan tersebut sesuai hasil yang diperoleh.

Dengan melakukan assessment literasi dan mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran matematika, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan menganalisis bacaan yang akan membantu mereka dalam memahami mata pelajaran matematika. Meningkatkan minat baca peserta didik dengan latar belakang literasi dan numerasi yang rendah merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan

MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING ( PjBL) TERINTEGRASI DAN MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN akunbelajar.id

Oleh: Rini Usmawati, S.Pd

Jepara, 06 September 2023 – Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan masyarakat yang berkualitas. Guru-guru di seluruh dunia berperan penting dalam proses pendidikan ini, dan untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, mereka perlu terus menerus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengolah pembelajaran. Di SMK Negeri 3 Jepara, diadakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengolah pembelajaran dengan menggunakan Model Project-Based Learning (PjBL) yang terintegrasi dengan platform Akun Belajar.id. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 September 2023 dan diikuti oleh seluruh guru SMK Negeri 3 Jepara.

Continue reading “MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING ( PjBL) TERINTEGRASI DAN MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN akunbelajar.id”