Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Berintegritas Tahun Ajaran 2026/2027 resmi digelar oleh SMK Negeri 3 Jepara (Skagara) selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026. Rangkaian kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai seremoni penyambutan siswa baru, tetapi sebagai fondasi awal untuk menanamkan nilai-nilai integritas, kebiasaan baik, literasi digital, dan rasa cinta terhadap sekolah baru mereka.
Hari Pertama: Pembukaan MPLS dan Sekolah yang Ramah dan Nyaman
Kegiatan MPLS dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri 3 Jepara Sunaji, S.Pd., M.Eng pada Senin, 13 Juli 2026, melalui Upacara Bendera yang berlangsung pukul 06.45-07.45. Upacara pembukaan ini menjadi momen istimewa karena turut dihadiri oleh wali murid dari keenam Konsentrasi Keahlian yang ada di SMK Negeri 3 Jepara, hal ini menandakan dukungan penuh orang tua terhadap perjalanan pendidikan putra-putri mereka di lingkungan sekolah yang baru. Usai upacara, Kepala Sekolah menyampaikan Visi dan Misi SMK Negeri 3 Jepara sebagai bekal awal siswa memahami arah dan tujuan pendidikan di sekolah ini. Hari pertama ini mengusung tema besar “MPLS Ramah dan Sekolah Nyaman”, yang tercermin dari rangkaian materi yang diberikan yaitu terdiri dari kegiatan berikut:
Sopan Santun Bermedia Sosial oleh Ulil Luqman, S.Kom, membekali siswa etika berperilaku di dunia maya, penerapan etika dan tata krama saat berinteraksi di dunia maya, seperti menggunakan bahasa yang sopan, menghargai privasi orang lain, dan menyaring informasi sebelum membagikannya. Prinsip ini sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks, menghindari cyberbullying, serta menciptakan ruang digital yang aman dan saling menghargai.
Mars Skagara yang dipandu oleh Liza Kurniany C, S.Pd, sebagai simbol kebanggaan dan identitas sekolah. lagu atau mars kebanggaan yang sarat akan nilai perjuangan dan semangat persatuan. Lirik dan melodinya diciptakan untuk membakar jiwa patriotisme, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta memotivasi pendengarnya agar pantang menyerah dalam mencapai tujuan bersama.
Tata Tertib SMK Negeri 3 Jepara yang disampaikan oleh Wakasis dan Pembina OSIS agar siswa memahami aturan dan disiplin sekolah sejak awal. Tata Tertib SMK Negeri 3 Jepara berfungsi sebagai pedoman untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme siswa. Aturan ini mencakup standar kehadiran (seperti datang tepat waktu), kewajiban mengenakan seragam lengkap sesuai jadwal, larangan membawa barang terlarang, hingga sistem poin pelanggaran untuk menjaga ketertiban lingkungan belajar.
Pengenalan Tata Cara dan Etika Berpakaian oleh Fachrunnisa Yunitasari, S.Pd, guna menanamkan kerapian dan kesopanan berpenampilan. Pengenalan tata cara dan etika berpakaian adalah panduan dasar dalam memilih dan mengenakan busana yang sesuai dengan norma, situasi, dan nilai moral yang berlaku. Tujuannya adalah untuk mencerminkan kesopanan, menghargai lingkungan sekitar, serta menampilkan citra diri yang profesional dan berkarakter.
Setelah melaksanakan Sholat Duhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Gerakan Indonesia Asri: Program Bank Sampah Lembayung Skagara dan PLH oleh Nur Latifah, S.Si., M.Pd dan Santi Dewi, S.T., yang mengenalkan kepedulian lingkungan kepada siswa. Gerakan Indonesia Asri melalui Program Bank Sampah Lembayung Skagara dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) adalah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mengubah sampah menjadi bernilai ekonomis. Gerakan ini mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui pemilahan sampah dari sumbernya dan penerapan ekonomi sirkular. Materi berikutnya melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) Farih Mansur, S.Pd., hadir untuk menjembatani siswa dengan dunia industri. BKK tidak hanya menjadi pusat informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga memberikan gambaran awal yang jelas mengenai proyeksi peluang karier dan tuntutan dunia kerja, sehingga lulusan memiliki bekal mental dan kompetensi yang siap pakai.”

Hari Kedua: Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Memasuki hari kedua, Selasa 14 Juli 2026, MPLS berfokus pada tema Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Diawali dengan upacara pagi bersama Wakasis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Perkenalan Guru dan Karyawan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, agar siswa lebih mengenal sosok-sosok yang akan mendampingi proses belajar mereka. Selanjutnya siswa mengikuti Pengenalan Konsentrasi Keahlian (KK) bersama K3 dan staf, sebagai pengantar memahami jurusan yang mereka pilih. Dua materi penting mengenai pembentukan karakter dan kesehatan turut disampaikan oleh mitra eksternal sekolah, yaitu: Rukun Sama Teman, Anti-Perundungan, dan Pencegahan Kekerasan oleh Toyip Mustafa KAUR MINTU SATBIMAS Polres Jepara, yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarsiswa dan menolak segala bentuk kekerasan maupun perundungan. “Pihak Kepolisian berkomitmen melakukan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Segala bentuk kekerasan, baik perkelahian maupun cyberbullying (perundungan siber), merupakan tindakan yang melanggar hukum dan memiliki sanksi pidana. Jangan takut untuk melaporkan tindakan kekerasan kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang”.
Kesehatan Alat Reproduksi Remaja oleh Wahyu Hanggono Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Promkes, memberikan edukasi kesehatan yang relevan bagi siswa di usia remaja. Kesehatan alat reproduksi remaja yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan adalah program esensial untuk membekali generasi muda dengan pemahaman yang benar. Edukasi ini mencakup pengenalan masa pubertas, cara menjaga kebersihan organ intim, serta bahaya pergaulan bebas dan infeksi menular seksual. Layanan ini bertujuan membentuk remaja yang bertanggung jawab terhadap kesehatan fisik dan mental mereka.
Usai Sholat Duhur berjamaah, kegiatan berlanjut dengan Pengenalan Kokurikuler oleh Desy Purlianti, S.Kom, serta Pengenalan Profil dan Sarana Prasarana Sekolah oleh Plt. Kepala Tata Usaha agar siswa mengenal fasilitas yang tersedia. Sebagai puncak tema hari ini, siswa diperkenalkan pada Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) oleh Saiful Anwar, S.Pd, yang menjadi pedoman membangun kebiasaan positif sehari-hari, sebelum kegiatan ditutup dengan refleksi bersama panitia. Tujuh kebiasaan positif tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih cepat. Melalui rutinitas sederhana ini, anak-anak diharapkan mampu melatih kedisiplinan, meningkatkan empati, menjaga kebugaran tubuh, serta menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Hari Ketiga: Literasi Digital, Etika Digital, Hoaks, dan Cyberbullying
Rabu, 15 Juli 2026, kegiatan MPLS mengangkat tema Literasi Digital, Etika Digital, Hoaks, dan Cyberbullying, sejalan dengan kebutuhan siswa untuk cakap dan bijak menggunakan teknologi di era digital. Setelah upacara pagi bersama Wakakur, sesi pertama diisi dengan Pengenalan skagara.com oleh Heru Purnawirawan, S.Kom, yang memperkenalkan platform digital resmi sekolah sebagai sarana informasi dan pembelajaran daring.
Dilanjutkan dengan LMS Pendidikan Anti Korupsi oleh Aminudin Salim, S.Kom dan Eko Budi Susilo, S.Kom, yang mengajarkan siswa untuk berperilaku jujur dan berintegritas sejak dini melalui sistem pembelajaran digital. Materi ini kemudian disusul dengan Pembelajaran Mendalam dan Pengenalan LMS KBM oleh Agung Riyanto, S.Pd., M.Pd, yang membekali siswa dengan kemampuan literasi digital untuk mendukung proses belajar mengajar secara daring maupun luring.Hari Ketiga: Literasi Digital, Etika Digital, Hoaks, dan Cyberbullying
Rabu, 15 Juli 2026, kegiatan MPLS mengangkat tema Literasi Digital, Etika Digital, Hoaks, dan Cyberbullying, sejalan dengan kebutuhan siswa untuk cakap dan bijak menggunakan teknologi di era digital. Setelah upacara pagi bersama Wakakur, sesi pertama diisi dengan Pengenalan skagara.com oleh Heru Purnawirawan, S.Kom, yang memperkenalkan platform digital resmi sekolah sebagai sarana informasi dan pembelajaran daring.
Dilanjutkan dengan LMS Pendidikan Anti Korupsi oleh Aminudin Salim, S.Kom dan Eko Budi Susilo, S.Kom, yang mengajarkan siswa untuk berperilaku jujur dan berintegritas sejak dini melalui sistem pembelajaran digital. Materi ini kemudian disusul dengan Pembelajaran Mendalam dan Pengenalan LMS KBM oleh Agung Riyanto, S.Pd., M.Pd, yang membekali siswa dengan kemampuan literasi digital untuk mendukung proses belajar mengajar secara daring maupun luring.
Rangkaian hari ketiga juga diisi dengan penguatan karakter melalui Budaya Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) oleh Siti Norastuti, S.Pd, serta Pengenalan Bank SMART oleh Dyah Ayu Paramita, S.Tr.Bns, yang mengenalkan pengelolaan keuangan sederhana bagi siswa. Setelah Sholat Duhur berjamaah, siswa mendapatkan Pengenalan Program PKL oleh Eka Kusumatuti, S.Pd sebagai gambaran awal dunia praktik kerja lapangan, dilanjutkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara oleh Marhumah, S.Pd, serta ditutup dengan sesi KeOSIS-an dan Ekstrakurikuler bersama Pengurus OSIS, yang memperkenalkan berbagai wadah organisasi dan pengembangan minat bakat siswa di sekolah.

Hari Keempat: Pagi Ceria dan Siap Belajar Kamis, 16 Juli 2026, suasana MPLS terasa lebih segar dan energik dengan tema Pagi Ceria dan Siap Belajar. Kegiatan diawali dengan upacara bersama Waka Dudika, kemudian dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) yang dipandu oleh Sie Acara, membangkitkan semangat dan kebugaran siswa di pagi hari sebagai bagian dari pembiasaan gaya hidup sehat dan aktif. Sepanjang hari, kegiatan didominasi oleh Demo Ekstrakurikuler, yang diselenggarakan dalam beberapa sesi mulai pagi hingga sore hari, diselingi Sholat Duhur berjamaah secara mandiri. Melalui demo ekskul ini, siswa baru berkesempatan menyaksikan dan mengenal langsung berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan sekolah, sebagai bekal menentukan minat pengembangan diri di luar jam pelajaran. Hari ini ditutup dengan Pendataan Ekskul oleh panitia untuk mencatat minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler pilihan mereka, sebelum diakhiri sesi refleksi kegiatan.

Hari Kelima: Budaya 5S, Komitmen, Refleksi, dan Deklarasi
Rangkaian MPLS ditutup pada Jumat, 17 Juli 2026, dengan tema Budaya 5S, Komitmen, Refleksi, dan Deklarasi. Kegiatan diawali dengan Apel Pagi bersama Waka Sarpras Ketenagaan, dilanjutkan dengan pembekalan penerimaan tamu ambalan (PTA). Kemudian panitia bersama siswa melaksanakan sesi refleksi akhir dari kemetrian, Selepas istirahat, siswa diajak Berkeliling Mengenal Sarana dan Prasarana sekolah bersama Wali Kelas X, agar lebih memahami lingkungan fisik sekolah yang akan menjadi tempat mereka belajar selama tiga tahun ke depan. Kegiatan berlanjut dengan Pembuatan Struktur Organisasi Kelas dan Kebersihan, sebagai wujud komitmen awal siswa dalam membangun kelas yang tertib dan bersih bersama-sama.
Selama lima hari, mulai dari pembukaan penuh khidmat hingga deklarasi komitmen di hari terakhir, MPLS Ramah dan Berintegritas 2026 SMK Negeri 3 Jepara telah menghadirkan rangkaian kegiatan yang komprehensif mulai dari penguatan karakter, kesehatan, literasi digital, semangat kebangsaan, hingga pengenalan lingkungan dan budaya sekolah. Setiap tugas mandiri berupa sholat berjamaah di rumah bersama pengawasan orang tua turut menjadi penekanan bahwa pendidikan karakter tidak berhenti di sekolah, melainkan berlanjut dan diperkuat dalam lingkungan keluarga. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan siswa baru SMK Negeri 3 Jepara Tahun Ajaran 2026/2027 dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan bekal karakter yang kuat, kesiapan belajar yang matang, serta rasa memiliki terhadap sekolah sejalan dengan semangat MPLS yang ramah, hangat, dan berintegritas.

Penulis : Citra Ayu Amelia, S.Pd.
