Siswa-siswi SMK Negeri 3 Jepara Ikuti Pelatihan “PAHAM AI” Bersama Polres Jepara

Sesi pagi pelatihan “Paham AI” bersama Polres Jepara
(Foto : Dok)

Jepara, 31 Agustus 2026 — Siswa-siswi SMK Negeri 3 Jepara mengikuti pelatihan “PAHAM AI” yang diselenggarakan bersama Polres Jepara pada Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula SKAGARA dan diikuti oleh siswa dari beberapa kelas secara bergantian.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB dengan peserta dari X TJKT 2, X DKV 2, XII MP 2, dan XII DKV 1. Selanjutnya, sesi kedua berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB dan diikuti oleh XII DKV 2, XI MP 1, XI PM 1, dan XI TJKT 1.

Sambutan disampaikan oleh Adhi Kurniawan, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, kegiatan menjadi wadah bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan baru mengenai teknologi yang semakin berkembang dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Iptu Cahyo Fajarisma, S.H., M.H., mengawali pembukaan pelatihan AI.
(Foto : Andini, XII DKV 2)

Pada siang hari, kegiatan dibuka oleh Iptu Cahyo Fajarisma, S.H., M.H. Pembukaan tersebut menjadi awal rangkaian edukasi mengenai perkembangan kecerdasan buatan serta pentingnya pemahaman dan penggunaan AI secara bijak.

Bripda Muhammad Friza Ardyansyah, S.Pt., selaku pemateri.
(Foto : Andini, XII DKV 2)

Materi pelatihan disampaikan oleh Bripda Muhammad Friza Ardyansyah, S.Pt., Banit Polsek Jepara. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa AI selalu belajar dan berkembang seiring perkembangan zaman. AI dapat membantu berbagai pekerjaan manusia, tetapi hasil yang diberikan tetap perlu diperhatikan dan diverifikasi oleh penggunanya.

“AI itu bias,” menjadi salah satu poin penting yang disampaikan dalam materi. Hal tersebut menunjukkan bahwa informasi atau hasil yang diberikan AI tidak selalu sepenuhnya benar. Oleh karena itu, pengguna memiliki peran penting dalam menentukan, memeriksa, dan memverifikasi hasil dari AI sebelum menggunakannya.

Selain itu, dijelaskan bahwa AI tidak memiliki kesadaran seperti manusia. AI bekerja berdasarkan data, pola, dan sistem yang telah dikembangkan. Dengan demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan berpikir kritis dari manusia.

Pemateri juga menekankan bahwa AI tidak dapat menghapus seluruh pekerjaan manusia. Sebaliknya, AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung manusia dalam menyelesaikan berbagai tugas. Kreativitas, pertimbangan, tanggung jawab, dan keputusan akhir tetap berada pada manusia sebagai pengguna.

Pendampingan pelatihan dengan mengerjakan kuis di website senopatiacademy.id
(Foto : Andini, XII DKV 2)

Siswa juga mengikuti pembelajaran melalui platform senopati academy dengan mengerjakan modul pembelajaran dan post-test sebagai tahap evaluasi. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan, peserta memperoleh sertifikat sebagai bukti telah mengikuti dan menyelesaikan pelatihan.

Pendampingan pengajaran pelatihan paham AI
(Foto : Andini, XII DKV 2)

Setiap modul kuis memiliki kode masing-masing yang berisi lima soal kuis untuk dikerjakan oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka berlomba mengirimkan jawaban kuis dengan cepat dan tepat. Peserta yang berhasil mengirimkan jawaban tercepat mendapatkan aplaus dari seluruh peserta pelatihan serta penghargaan dari Polres Jepara.

Kegiatan “PAHAM AI” menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memahami teknologi kecerdasan buatan secara lebih kritis. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, bertanggung jawab, serta tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh.

Pelaksanaan kegiatan di Aula Skagara menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi. Dengan memahami AI secara tepat, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara cerdas dalam menghadapi tantangan di era digital.

Penulis: Andini (Komunitas Membaca GAIN, XII DKV 2)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top