Biar Nggak Cuma Jadi “Buih”: SMK Negeri 3 Jepara Gelar Pilketos, Komisioner KPU Bagi “Insight” Menjadi Pemilih Cerdas!

JEPARA – Suasana lapangan utama SMK Negeri 3 Jepara pada Kamis pagi (10/9/2026) tampak berbeda dan penuh semangat. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa sudah berkumpul rapi untuk mengikuti apel pembukaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos). Eits, ini bukan sekadar pemilihan ketua OSIS biasa, lho! Pilketos kali ini benar-benar dikonsep seperti pesta demokrasi sesungguhnya.

Acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMK Negeri 3 Jepara, yang ditandai dengan aksi simbolis memasukkan kartu suara ke dalam kotak suara. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa rangkaian Pilketos ini intentionally dikemas menjadi sebuah edutainment untuk mengenalkan pendidikan demokrasi secara langsung, menyenangkan, dan aplikatif kepada para murid sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia politik nyata di pemilu mendatang.

Pembukaan acara secara simbolis.
(Dok: Irfan Khaqiqi)

Menariknya lagi, hadir langsung sebagai Pembina Apel yaitu Bapak Muhammadun, Anggota Komisioner KPU Kabupaten Jepara periode 2023–2028 sekaligus Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM.

Pembina Apel dari KPU Kabupaten Jepara
(Dok: Zuriyati)

Dalam amanatnya yang berlangsung santai namun membakar semangat hingga pukul 08.10 WIB, Pak Muhammadun mengapresiasi tinggi kolaborasi dan pendidikan demokrasi yang diterapkan di SMK Negeri 3 Jepara. Beliau juga mengingatkan bahwa sekolah ini bukanlah tempat asing bagi KPU, sebab pada tahun 2024 lalu KPU telah bermitra dengan SMK Negeri 3 Jepara untuk penyelenggaraan Computer Assisted Test (CAT) seleksi personel badan adhoc pemilu tingkat kecamatan.

Suara Kita Sangat Menentukan!

Siap menyukseskan Pilketos 2026
(Dok: Irfan Haqiqi)

Muhammadun membeberkan fakta menarik buat kita semua. Kalau Generasi Z (sebagian besar murid SMK saat ini) digabungkan dengan Generasi Milenial, jumlahnya mencapai 56% dari total sekitar 900.000 pemilih di Kabupaten Jepara! Artinya, pada Pemilu 2029 mendatang, suara anak muda alias pemilih pemula adalah kunci penentu siapa yang akan memimpin bangsa ini.

“Sama halnya dengan Pemilihan Ketua OSIS hari ini, selisih satu suara saja sudah bisa menentukan siapa calon yang terpilih. Jadi, jangan pernah merasa satu suara kalian itu tidak berharga!” pesan beliau.

Jangan Mau Cuma Jadi “Buih” di Media Sosial

Di era digital seperti sekarang, hampir semua orang punya akun media sosial. Namun, Muhammadun berpesan agar murid-murid SMKN 3 Jepara tidak gampang terombang-ambing oleh arus informasi di sosmed, apalagi sampai termakan berita hoaks, drama, dan intrik politik.

“Kalau cuma ikut-ikutan, kita nanti hanya seperti buih di lautan. Pintar dan punya skill kompetensi dari sekolah itu bagus, tapi belum cukup! Tambah wawasan kalian dengan memperbanyak literasi—baca buku, jurnal, artikel ilmiah, karya kakak kelas, hingga karya guru-guru kalian,” tegasnya.

Beliau menekankan pentingnya mengasah kemampuan critical thinking (berpikir kritis). Menurutnya, pemilih yang cerdas dan bijak adalah mereka yang menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan rasional dan argumentasi yang jelas, bukan karena ikut-ikutan teman atau tren di media sosial.

Open House KPU Jepara: Ditunggu Main ke “Lontar”!

Sebagai penutup sambutannya, Pak Muhammadun membagikan tips menjadi pemilih bijak menyongsong Pemilu 2029. Beliau juga menyampaikan kabar gembira bahwa KPU Kabupaten Jepara menyambut terbuka jika murid-murid SMK Negeri 3 Jepara ingin berkunjung dan belajar langsung.

Di kantor KPU Jepara, terdapat fasilitas Lontar (Lorong Pintar) tempat para siswa bisa melihat dokumen digital sejarah pemilu serta ngobrol seru dan berdiskusi seputar demokrasi (kapasitas kunjungan terbatas sekitar 40 orang).

Penulis: Zuriyati, S.E.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top